* WELCOME *
- click the words for navigation -
Aku merancang bangunannya. Dan aku sendiri yang membangunnya. Bertahun-tahun aku habiskan waktuku untuk membuatnya agar semakin indah. Sekarang rumah itu hampir selesai. Bangunannya indah dan mewah tapi masih belum beratap. Dari luar tampak bak istana yang menjulang tinggi dengan pagar-pagar berukir. Banyak ruangan yang luas didalamnya dan bertingkat-tingkat. Semua perabotnya kelihatan indah dan tertata dengan rapi. Kalau aku membayangkan, kelak pasti aku akan bahagia tinggal disini.
Tapi.......saat aku larut dalam khayalanku, aku menyadari satu hal. Jari-jariku hancur dan kuku-kukunya terkelupas sampai tidak seperti jari-jari manusia lagi.
Aku bertanya pada diriku "Apa saja yang aku lakukan?? kenapa jariku seperti ini??" Aku terus saja mencari penyebabnya kenapa. Dan aku tetap saja tidak mengerti apa yang menyebabkan jariku seperti ini.
Lalu datang seorang demi seorang berkata... "hai...apa saja yang kau lakukan didalam situ?? Apa kau tidak ingin keluar dan bermain-main seperti kami??".
Lalu aku melihat ke sekeliling rumah indahku dan berkata dalam hatiku...bukankah ini sangat indah?? Kenapa aku harus keluar dari sini??.
Dan aku mendengar seseorang berkata padaku. "Bodoh sekali!! Jarimu saja sampai seperti itu tapi kamu tetap saja tidak mau keluar dari situ!!".
Aku masih tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan. Sampai seorang datang dan mengatakan sesuatu padaku "Diluar sini masih banyak hal yang jauh lebih indah dibandingkan dengan rumah yang kau bangun dengan susah payah itu. Cobalah kau beristirahat sejenak dan menikmati keindahan diluar sini. Sayangilah dirimu. Jangan kau terus mengurung dirimu disitu. Keluarlah sebentar saja. Nikmatilah hidupmu."
Lalu aku bertanya.. "benarkah diluar lebih indah??". "Ya" kata seseorang padaku. "Kau telah melewatkan banyak hal dengan mengurung diri membangun sesuatu yang membuatmu tersiksa".
Benarkah??
Benarkah lebih indah??
Lalu aku berlari penuh sukacita menghampiri mereka dan berusaha keluar dari rumah itu. Tapi.....baru aku sadari....tidak ada pintu disini. Satu-satunya jalan keluar adalah atap yang masih terbuka lebar. Hhhh....apakah aku harus naik keatas untuk keluar?? "Ya" jawab seseorang. "Kamu harus naik keatas". "Tapi.....jariku sudah hancur. Apa aku masih bisa berpegangan??". "Bisa!! Pasti bisa!! Aku akan menolongmu!!". Tapi.....benarkah aku bisa?? Aku merasa ragu-ragu sebentar dan akhirnya aku putuskan untuk memanjatnya. Susah sekali. Berkali-kali aku terpeleset dan jatuh. "Teruuuus" Kata seseorang untuk memberiku semangat.
Saat sampai diatas, aku berkata pada mereka.... "Aku akan bermain dengan kalian. Tapi aku harus kembali ke rumah ini. Ini adalah hasil usahaku. Dan aku akan tinggal disini untuk merawatnya. Tapi aku akan membuat pintu, tangga dan jendela agar aku bisa keluar untuk melihat-lihat."
Sejak aku lahir sampai sekarang namaku tidak pernah berubah.
Tetap Sita K. Arum (panggilannya bisa Sita, Tita, Tata, Ita, Chithong, Paimin, Gemol, Waham...wes apa ajah deh). Dan aku dilahirkan di Pasuruan tanggal 18 Februari 1984.
Aku orangnya biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Aku selalu membuat kotak-kotak dalam kehidupanku. Satu untukku, satu untuk keluargaku, satu untuk teman-temanku, dan masih banyak kotak-kotak yang lain.
Aku sangat tidak suka membicarakan sebuah permasalahan. Aku selalu membiarkan orang lain menebak apa yang aku pikirkan. Kalau mereka tau apa yang aku pikirkan, aku akan berkata trima kasih. Dan jika orang tidak mengerti apa yang aku pikirkan, aku juga akan berkata terima kasih.
ngelamun, ngerjain orang, en ngabisin duit
* Hates *dimusuhin, didiemin, menunggu, termasuk nunggu balesan sms
* Wishes *semoga hari esok lebih baik dari hari ini

* Tag me *
* Thanks to *
[ Layout designed by Peculiar_Purple]
[ Image @ Ignatieva
Anna]
[ Skins @ BLogskins]
[ Blogger @ Blogger]
[ Tagboard @ Tagboard]